Hidayah dan Pemeliharaan Allah ‘Azza wa Jalla

Allah dengan sabar mengingatkan manusia bahwa Dia-lah Yang Maha Besar, Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Namun, seringkali manusia lebih responsif terhadap panggilan manusia daripada panggilan Allah.

Islam32 Dilihat

Allah ‘Azza wa Jalla, Sang Pencipta dan Pemelihara alam semesta, telah menyampaikan pesan-Nya kepada hamba-hamba-Nya melalui firman-Nya yang agung. Salah satu hadits Qudsi yang mencerminkan kelembutan dan kasih sayang-Nya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Al Hakim.

Dalam hadits tersebut, Allah ‘Azza wa Jalla berbicara kepada anak Adam dengan penuh kelembutan dan kearifan. Firman-Nya menggambarkan betapa manusia seringkali berpaling dari petunjuk-Nya, tidak memperhatikan larangan-Nya, dan bahkan semakin berani melakukan kesalahan. Meskipun manusia terkadang lalai dan ingkar, Allah tetap melindungi mereka, menutupi kesalahan-kesalahan mereka, dan memberikan kesempatan untuk bertaubat.

Allah dengan sabar mengingatkan manusia bahwa Dia-lah Yang Maha Besar, Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Namun, seringkali manusia lebih responsif terhadap panggilan manusia daripada panggilan Allah. Pada hari kiamat, manusia dengan bersemangat menyambut panggilan manusia, namun ketika dipanggil oleh Yang Maha Besar, banyak yang berpaling dan mengesampingkan-Nya.

Dalam kelembutan-Nya, Allah menawarkan solusi bagi hamba-hamba-Nya. Dia mengajak mereka untuk meminta, berdoa, dan berserah diri kepada-Nya. Allah menjamin bahwa setiap permohonan yang tulus akan Dia kabulkan, setiap penyakit akan Dia sembuhkan, dan setiap bentuk ketaatan akan Dia balas dengan rezeki yang melimpah. Allah tidak hanya menerima hamba-Nya ketika mereka datang kepada-Nya, tapi juga memberi jaminan ampunan bagi mereka yang bertaubat.

Allah ‘Azza wa Jalla adalah Maha Penerima Taubat dan Maha Pengasih. Dia senantiasa terbuka untuk menerima taubat hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dengan tulus. Keampunan-Nya melampaui segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan oleh manusia. Kasih sayang-Nya melimpah ruah, mengajak setiap hamba untuk merasakan kehangatan cinta-Nya.

Melalui hadits ini, Allah mengajarkan bahwa ketaatan kepada-Nya adalah jalan menuju keberkahan dan rahmat-Nya. Bertaubatlah ketika tersesat, berdoalah dalam kebutuhan dan kesulitan, dan berserahlah kepada-Nya dalam setiap langkah hidup. Allah ‘Azza wa Jalla selalu siap mendengar, merespon, dan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya yang tulus dan rendah hati. Semoga kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, merasakan kebesaran-Nya, dan meresapi kasih sayang-Nya yang tak terbatas. Amin.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *