Tantangan Utama E-niaga di Negara Berkembang

E-commerce dapat mengubah ekonomi negara-negara berkembang. Ini dapat mengintegrasikan mereka ke pasar global yang pada gilirannya meningkatkan dan memperkuat kesejahteraan ekonomi negara-negara ini. Namun, praktik E-niaga di negara-negara ini masih dalam tahap awal dan ada juga tantangan besar yang dapat menahan pertumbuhannya. Saya mengkategorikannya dalam dua bagian besar sebagai berikut;

Masalah budaya

1. Kurangnya budaya online

Cara berbisnis elektronik adalah konsep baru bagi masyarakat di negara-negara berkembang. Orang biasanya membeli dan menjual secara tatap muka. Mereka melihat dan menyentuh (secara fisik) apa yang mereka inginkan, menegosiasikan penawaran terbaik, dan membeli. Ini adalah jenis kegiatan bisnis yang mereka kenal, yang sama sekali berbeda dari cara online melakukannya. Gagasan membeli barang dan jasa yang tidak dapat dilihat dan disentuh secara fisik bukanlah jenis risiko yang mampu mereka tanggung. Mereka juga tidak yakin apakah pedagang online cukup dipercaya untuk memberikan produk dan layanan seperti yang dijanjikan.

Pedagang juga takut untuk menjual produk mereka melalui Internet. Mengingat minimnya kebiasaan masyarakat untuk membeli secara online, dan karena cara berbisnis elektronik yang belum begitu dikenal, mereka menganggap hal itu sebagai risiko bisnis yang tinggi. Mereka biasanya tidak mau berinvestasi pada usaha online. Dengan demikian, ini sangat merusak pertumbuhan E-commerce di negara-negara tersebut.

2. Kurangnya Kepercayaan

Pada dasarnya, kepercayaan adalah isu utama dalam lingkungan bisnis online. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, orang-orang di negara berkembang tidak percaya diri dengan cara berbisnis online, yang salah satu alasan utamanya adalah kepercayaan. Karena E-niaga bukan praktik di negara-negara ini, dan bisnis biasanya dilakukan secara tatap muka, orang biasanya mengangkat masalah kepercayaan. Mereka harus berpikir bagaimana mereka bisa mempercayai orang yang tidak mereka lihat dan mungkin ditemukan ribuan kilometer jauhnya? Selain itu, karena tidak ada kebijakan dan undang-undang E-niaga di sebagian besar negara berkembang, mereka takut ke mana harus pergi jika terjadi perselisihan.

Masalah infrastruktur

1. Terbatasnya akses infrastruktur Telekomunikasi dan tingginya biaya Internet

E-niaga membutuhkan fondasi teknologi. Salah satu yang utama adalah akses ke Internet. Untuk menjalankan bisnis online dibutuhkan koneksi internet dengan kecepatan koneksi yang stabil dan tinggi. Namun, sebagian besar jenis koneksi Internet di negara berkembang adalah koneksi dial up, yang sangat terbatas dan lambat. Selain itu, biaya untuk memilikinya juga mahal. Ini adalah tantangan lain yang dihadapi E-niaga di negara-negara berkembang.

2. Akses terbatas ke Komputer Pribadi

Fasilitas teknologi utama lainnya yang dibutuhkan E-commerce adalah komputer pribadi. Memiliki komputer mahal di negara berkembang karena biasanya merupakan produk impor dari negara maju; yang merupakan tantangan besar lainnya bagi pertumbuhan E-niaga di negara-negara ini.

3. Kurangnya fasilitas pembayaran elektronik untuk memungkinkan transfer dana

Perbankan adalah fasilitas utama lain yang diperlukan untuk melakukan E-niaga. Dan dalam kebanyakan kasus, negara-negara berkembang kekurangan fasilitas utama ini. Pedagang online di negara-negara ini wajib menggunakan fasilitas perbankan di luar negeri jika mereka akan melakukan bisnis melalui internet.

4. Sistem hukum dan hambatan kebijakan yang tidak sempurna

Untuk melakukan E-commerce, diperlukan sistem dan kebijakan hukum yang sempurna. Tanpa mereka tidak mungkin melakukan bisnis online. Namun, negara-negara ini biasanya kekurangan sistem utama ini yang pada gilirannya dapat membuat melakukan E-niaga menjadi sulit.

Namun, meskipun melakukan bisnis online di negara berkembang itu sulit, bukan tidak mungkin sama sekali. Hal itu dapat dilakukan mengingat keadaan. Meski butuh usaha lebih untuk bisa sukses. Selain itu, industri membutuhkan waktu untuk memanfaatkan potensinya.

Dengan demikian, menyadari potensi E-niaga di negara-negara berkembang, ada badan-badan yang peduli di mana kerjasama mereka dapat membuat perbedaan besar. Mereka adalah pemerintah, profesional, pedagang online, bank, dan pelanggan. Jika mereka dapat bekerja sama dan berkolaborasi, mereka dapat sepenuhnya menghindari semua hambatan yang disebutkan di atas dan dapat menguntungkan negara mereka dari output E-commerce.

Source by Hanna Shiferaw

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

SHOP.co.id
Logo
Enable registration in settings - general
Compare items
  • Total (0)
Compare
0
Shopping cart